Memperingati Hari Teater Internasional Berikut ini Daftar Teater dengan Kostum yang Sangat Unik | Toko Kain Surabaya

Windy 9 Apr 2022 at 8:00
Share To:
Facebook Twitter Google+ WhatsApp Subscribe

Memperingati Hari Teater Internasional

Berikut ini Daftar Teater dengan Kostum yang Sangat Unik

 

 

Tanggal 27 Maret bertepatan dengan hari teater internasional. Peringatan Hari Teater Internasional ini pertama kali dicetuskan pada 1961 oleh Institut Teater Internasional (ITI) dan komunitas teater internasional. Teater pertama kali dipentaskan di Teater Dionisos di Akropolis, Athena pada awal abad ke-5. Sejak itu, teater telah menjadi bentuk hiburan paling populer di Yunani. Dalam perkembangannya, industri teater mulai tergerus oleh industri film. Namun, tak sedikit aktor film yang lahir dari panggung teater.

Hari Teater Sedunia adalah waktu untuk merayakan nilai-nilai penting teater. Setiap tahun, Akademi Drama Internasional menyampaikan pesan tahunan para pemain teater terkenal. Tujuannya adalah untuk menyadarkan tentang betapa pentingnya nilai-nilai teater dan membantu komunitas teater lokal dalam skala yang lebih luas, sekaligus berbagi kecintaan terhadap teater.

 

Rekomendasi Unione Drill Bahan Seragam Kerja Terbaik Di Mitra Mulia Toko Kain Surabaya

 

Teater-Teater dengan Kostum Paling Unik

Menurut situs Encyclopedia Britannica, teater adalah seni yang hampir seluruhnya terkait dengan pertunjukan langsung, di mana gerakan direncanakan secara tepat untuk menciptakan makna dramatis yang koheren dan signifikan. Sedangkan Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring (KBBI) mendefinisikan Seni Teater sebagai pertunjukan drama sebagai seni atau profesi; seni drama; sandiwara; lakon.

Selain menyajikan alur cerita, adegan, riasan lakon, gerakan serta dialognya yang dapat dinikmati, beberapa teater memiliki ciri khas kostum yang cukup unik loh. Berikut beberapa teater dengan kostum pemerannya yang sangat unik.

 

  1. Kabuki, Seni Teater Khas Jepang

 

Kabuki, Seni Teater Khas Jepang

 

Kabuki merupakan seni pertunjukan atau drama klasik Jepang. Seni karakter semacam ini umumnya dilakukan oleh sekelompok aktor dengan full make-up dan kostum yang unik dan indah. Entah itu menggunakan kimono atau pakaian tradisional Jepang lainnya yang cukup mencolok.

Seni dramatik semacam ini tidak hanya menampilkan make-up dan kostum berlebihan, tetapi juga pada kemampuan akting aktornya yang berlebihan. Akting berlebihan ini bukan tanpa alasan. Seringkali, dialog yang digunakan oleh para aktor ini menggunakan aksen Jepang kuno yang bahkan orang Jepang pun sulit untuk memahaminya.

Untuk menghindari ketidakpahaman penonton, pemain Kabuki biasanya menampilkan ekspresi dan akting yang totalitas. Dengan begitu, aktor bisa lebih mudah menyampaikan pesan cerita yang dimainkan. Itulah mengapa seni teater ini sangat unik di mata orang Jepang dan dunia. Oleh karena itu, tidak heran jika UNESCO menetapkannya sebagai salah satu karya representatif warisan budaya lisan dan tak benda.

Kisah perjalanan Teater Kabuki ini dimulai di Kyoto pada tahun 1603. Saat itu, Izumo Okuni membentuk grup penari dan cosplayer wanita. Kelompok ini terdiri dari wanita dari berbagai latar belakang. Saat tampil, kelompok perempuan memainkan peran laki-laki atau perempuan dalam sebuah parodi.

Penampilan mereka terbilang cukup mengagumkan, terutama riasan dan busana mereka yang unik. Seni pertunjukan yang diperkenalkan oleh Okuni menjadi populer di kalangan masyarakat dalam waktu yang sangat singkat. Popularitas akting akhirnya sampai ke telinga shogun, dan mereka diminta tampil di Kastil Edo. Popularitas akting ini tak hanya karena keunikan rias dan kostumnya, tapi juga tema ceritanya yang dinilai sangat menarik. Jika Anda di Hari Teater Internasional ini sedang berada Jepang, Anda dapat mengunjungi Kabukiza Theatre di Tokyo untuk menyaksikan Kabuki.

 

  1. Sendratari Ramayana, Seni Teater Tanpa Dialog dengan Kostum Tradisional

 

Sendratari Ramayana, Seni Teater Tanpa Dialog dengan Kostum Tradisional

 

Sendratari Ramayana adalah pertunjukan yang memadukan tari dan drama, tanpa dialog, yang menyuguhkan kisah Ramayana. Sendratari Ramayana ini mengisahkan tentang Rama yang berusaha menyelamatkan Sinta dari Rahwana. Sendratari Ramayana adalah salah satu media yang menampilkan wiracarita epos Ramayana, media lain seperti sastra, seni rupa dan berbagai seni pertunjukan.

Pemeran Sendratari Ramayana biasanya menggunakan busana seperti pada pertunjukan wayang wong. Namun, biasanya lebih sederhana agar gerakan pemerannya bisa lebih leluasa. Yang membuat unik adalah hiasan-hiasan dan atribut yang digunakan sangat totalitas untuk menggambarkan suasana dari cerita yang dibawakan. Tidak jarang, tubuh pemeran di cat sedemikian rupa untuk menggambarkan lakon yang dibawakannya. Pakaian yang digunakan juga terus berubah seiring dengan bergantinya adegan/cerita yang sedang ditampilkan.

 

  1. Talchum

 

Talchum

 

Talchum atau talnori merupakan seni teater tradisional yang berasal dari Korea. Talchum ditampilkan oleh beberapa orang yang memakai kostum unik dan topeng untuk memainkan sebuah lakon melalui tarian, dialog dan lagu. Penggunaan topeng dengan berbagai macam ekspresi inilah yang membuat seni pertunjukan Talchum cukup unik. Identitas para pemain dirahasiakan karena mengenakan topeng. Sampai saat ini seni teater tersebut masih tetap dipertahankan.

Penampilan seni teater ini dianggap sebagai bentuk perwakilan teater tradisional dan dipentaskan di seluruh Korea. Talchum diperkirakan berasal dari dari upacara yang diadakan di tingkat desa (burakgut) untuk memohon kesejahteraan dan panen yang baik. Tetapi, belum ada catatan sejarah mengenai asal mula pertunjukkan ini. 

 

Baca Juga Artikel Berikut

 

 

 

Share To:
Facebook Twitter Google+ WhatsApp Subscribe
  • 80
  • 2873 views

Tak mau ketinggalan update artikel terbaru kami ikuti kami, masukkan email anda & klik subscribe, Terimakasih


Recent Post


Related Article