Intip motif Batik Favorit Generasi Milenial | Toko Kain Surabaya

Administrator 8 Dec 2020 at 10:26
Share To:
Facebook Twitter Google+ WhatsApp Subscribe

Intip motif Batik Favorit Generasi Milenial

 

 

Sudah lama masyarakat kita mengenal batik, sebagai salah satu warisan budaya, terwujud dalam beragam karya. Kita bisa dengan mudah menemukan pakaian, tas, sepatu, hiasan dinding dan aneka kerajinan yang berbahan dasar kain batik atau dihiasi motif batik. Keindahan liukan seni yang seperti tak lekang oleh waktu, hingga menggaet hati para generasi milenial saat ini.

 

Dari begitu banyaknya ragam motif batik, ternyata ada beberapa motif yang menjadi favorit para generasi milenial, lho! Tak heran kita menjadi cukup sering menjumpainya dipakai oleh mereka, entah untuk acara formal maupun kasual. Penasaran motif yang mana saja itu? Simak lebih lengkapnya dalam ulasan di bawah!

 

Baca Juga Artikel Terkait

 

Motif Batik Pekalongan

Siapa yang tak kenal batik pekalongan? Salah satu motif yang paling banyak dikenal di Indonesia, bahkan sudah menjadi salah satu karakter khas yang melekat di daerah tersebut. Didukung dengan banyaknya industri batik di daerah tersebut, mulai dari rumahan hingga industri besar, motif batik pekalongan tak heran jadi salah satu produk favorit.

 

 
Motif Batik Pekalongan

Motif Batik Pekalongan

 
 

Anda bisa dengan mudah mengenali batik pekalongan dari ciri khasnya. Pertama, dari sisi geografis, batik pekalongan yang berada di pesisir memiliki kombinasi motif yang sangat beragam. Karena menjadi titik pertemuan aneka budaya yang singgah disana. Kedua dari isian titik-titik atau yang disebut “isen-isen”, untuk mengisi gambar-gambarnya.

Ciri khas ketiga, batik Pekalongan punya warna yang sangat beragam. Mungkin karena itulah disukai oleh kalangan milenial, karena memberikan mereka keleluasaan untuk berekspresi. Sehingga membuat motif batik pekalongan tak pernah terasa usang.

 
 

Motif Batik Palembang

Bukan hanya dikenal karena kain songket, Palembang juga cukup dikenal dengan kerajinan batiknya. Dengan nuansa yang tak lepas dari ciri khas Palembang, motif batiknya memiliki warna-warna yang cerah dan berani. Seperti misalnya memadukan antara warna kuning dengan warna merah.

 

 
Motif Batik Palembang

Motif Batik Palembang

 

Keunikan lainnya dari motif batik Palembang ada pada bahan kain dan proses pembuatan. Berbeda dengan kain batik umumnya, Palembang menggunakan kain sutera. Selama proses pembuatannya pun, kain dibentangkan dengan kencang. Hingga menghasilkan kreasi yang artistik dan ekspresif, favorit para milenial untuk mendukung gayanya.

 

Motif Batik Lurik

Lurik dalam bahasa jawa berarti “garis” dan itulah kenapa motif batik lurik dipakai untuk menyebut motif batik yang dirupakan dalam garis-garis. Tentu saja bukan garis memanjang biasa, tapi garis yang dipadukan dengan motif lain, sehingga membuatnya semakin estetik. Tak heran jika proses pembuatan motif satu ini menuntut kejelian yang ekstra. Karena mereka membuat garis-garis itu simetris namun juga tetap dinamis tak monoton.

 

 
Motif Batik Lurik

Motif Batik Lurik

 

Batik lurik sering terlihat dikenakan oleh para generasi milenial melalui gaun, atasan tunik, celana, tas dan aksesoris pendukung. Dipadukan dengan warna yang senada, meskipun menggunakan earth tone yang calm, mereka tetap terkesan muda dan percaya diri.

Kabar baiknya, motif ini pun juga sering dipakai untuk meminimalisi ukuran tubuh. Bagi mereka yang merasa dirinya kurang percaya diri karena cenderung lebar, bisa menggunakan motif ini secara vertikal. Sedangkan untuk yang kurang berisi, bisa lebih percaya diri menggunakannya secara horisontal.

 

Motif Mega Mendung

Cirebon menjadi tempat andalan untuk Anda bisa menemukan motif Mega Mendung. Sebenarnya Anda juga bisa menemukan di daerah lain, hanya saja Cirebon yang paling dikenal lekat dengan motif ini. Salah satu motif yang paling mudah dikenali diantara motif batik lainnya.

Seperti namanya, motif batik ini berusaha menggambarkan kumpulan awan mendung yang biru atau abu-abu gelap. Dengan makna filosofis kesabaran, motif ini mengombinasikan aneka warna menjadi gradasi awan yang cantik. Umumnya pengrajin menggunakan gradasi warna biru dan merah.

 

 
Motif Batik Mega Mendung

Motif Batik Mega Mendung

 

Sama sekali tak mengherankan jika motif ini juga menjadi salah satu favorit generasi milenial. Bukan hanya motifnya yang unik dalam kesederhanaan, namun juga warna yang cerah dan berani membuatnya menarik bagi kalangan anak muda. Motif ini cukup sering tampak dikenakan generasi muda dalam setelan formal seperti saat menghadiri pesta pernikahan hingga acara kasual seperti berkunjung ke tempat wisata.

 

Motif Sekar Jagad

Meski motif Sekar Jagad bisa Anda temukan di berbagai daerah, tapi aslinya berasal dari Jogja dan Solo. Motif ini memang tampak seperti kumpulan corak bunga, tapi sebenarnya punya filosofi yang sangat mendalam.

Sekar dalam bahasa jawa yang bermakna “bunga” sebagai perlambang keindahan. Sedangkan Jagad bermakna “dunia” atau keseluruhan hidup. Menjadikan motif ini sering dianggap memiliki nilai corak akan keindahan hidup dengan segala keragaman yang ada. Sehingga tak heran jika motif ini membuat orang terpesona hanya dengan memandangnya.

 

 
Motif Batik Sekar Jagad

Motif Batik Sekar Jagad

 
 

Motif Sekar Jagad yang memadukan bentuk geometris berulang, dipasangkan secara sejajar, menunjukkan makna keanekaragaman. Sedangkan bunga-bunga yang berjajar di hampir keseluruhan sisi menjadi perlambang keindahan hidup. Meskipun terdengar klasik dan usianya yang sudah cukup panjang, nyatanya motif ini tetap menjadi salah satu favorit generasi milenial. Semakin membuktikan bahwa memang seni batik dengan segala filosofinya tak lekang oleh jaman.

 

Baca Juga Artikel Terkait

 

Motif Batik Banjarmasin

Satu lagi motif yang menjadi favorit generasi milenial, yang kali ini berasal dari Pulau Kalimantan. Lebih tepatnya dari Kalimantan Selatan, motif batik Banjarmasin yang juga dikenal dengan batik Sasirangan. Menjadi salah satu batik tertua, karena dipercaya sudah mulai dikenal oleh masyarakat sejak abad 12 hingga 14. Ketika Indonesia masih menganut sistem kerajaan.

 
Motif Batik Banjarmasin

Motif Batik Banjarmasin

 

Menurut cerita orang-orang terdahulu, batik itu pertama kali dibuat oleh Patih Lambung Mangkurat saat bersemedi di atas rakit kayu. Setelah 40 hari, ia sudah sampai di kota Bagantung dan melihat buih diiringi suara merdu Putri Junjung Buih. Ia akan naik ke permukaan dengan syarat satu buah istana Batung dan kain yang bisa selesai dalam satu hari, ditenun dan diwarnai. Hingga akhirnya kain yang dibuat dengan motif Wadi atau Padiwaringin oleh empat puluh orang putri itu menjadi kain yang sekarang disebut sasirangan atau motif batik Banjarmasin.

 

Ternyata masing-masing motif memiliki keunikan dan filosofisnya masing-masing, ya? Bukan hanya perkara keindahan dalam pewarnaan dan seni lukis, batik juga akhirnya menjadi media komunikasi akan nilai-nilai tradisi. Membanggakan sekali kita hidup di Indonesia dengan keragaman budayanya, termasuk batik yang tak pernah membosankan. Bahkan hingga saat ini mampu bertahan dan disukai oleh generasi milenial. Menjadi salah satu fashion andalan dan seni yang selalu mengesankan.

 

Cek Yuk Warna2 Kain Lain Di Mitra Mulia Toko Kain Surabaya

Share To:
Facebook Twitter Google+ WhatsApp Subscribe

Tak mau ketinggalan update artikel terbaru kami ikuti kami, masukkan email anda & klik subscribe, Terimakasih


Recent Post


Related Article