Apa itu Kain Jaring Pahami Juga Jenis dan Fungsinya | Toko Kain Surabaya

Windy 31 Oct 2021 at 7:35
Share To:
Facebook Twitter Google+ WhatsApp Subscribe

Apa itu Kain Jaring? Pahami Juga Jenis dan Fungsinya

 

Kain jaring memiliki nama lain yang sama terkenalnya di dunia konveksi, yaitu kain jala. Bentuknya mirip sekali dengan jaring ikan yang sering dipakai nelayan menangkap ikan, atau jaring-jaring net lapangan bulu tangkis. Kemiripannya ada pada lubang-lubangnya yang disusun dari benang-benang yang ditenun diagonal. Hal itu pula yang menginspirasi dibuatnya kain jala ini. 

Meski diberi nama yang sama karena bentuknya yang mirip, kain jala sepenuhnya berbeda dari jaring milik nelayan. Perbedaannya terletak pada bahan pembuatnya, ukuran tenunannya dan tentu saja pada fungsi pemakaiannya. Untuk mengetahui lebih detailnya, mari kita uraikan bersama satu per satu di bawah ini! 

 

Rekomendasi Warna Bahan Furing dan Rompi Jala Di Mitra Mulia Toko Kain Surabaya

 

Sekilas Tentang Kain Jaring 

 

Kain Jaring

 

Mari kita bahas lebih dulu bagaimana penampakan fisik kain jaring ini. Berbeda dengan kain pada umumnya yang memiliki serat yang rapat dan tebal, kain jaring justru dibuat dengan jalinan benang yang renggang. Di seluruh permukaan kainnya memiliki pori-pori yang besar hingga ukuran lubangnya terlihat jelas oleh mata. Benang tidak ditenun serapat kain pada umumnya, karena tujuan utamanya memang menciptakan kain yang seperti jaring. Kain dengan banyak pori besar untuk memberikan sirkulasi udara yang bebas. 

Kain jala atau kain jaring ini tidak memiliki kemampuan menyerap keringat seperti katun, meskipun kain jalan dibuat dari campuran katun dan polyester. Meski demikian kain jala tidak gerah ataupun panas saat dipakai, karena pori-porinya yang besar memberikan sirkulasi udara yang sangat baik. Panas tubuh tidak tertahan. 

Karakteristik lain yang dimiliki kain jala ini yaitu ada jenis kain jala yang tahan terhadap air. Kain jala yang resisten terhadap air ini dibuat dari benang dengan kandungan polyester lebih tinggi bahkan hampir tidak ada bahan katunnya. Kelebihan lain yaitu kain jala halus dan lembut ketika dipegang permukaannya. Hal itulah yang membuat kain ini banyak dipakai sebagai lapisan furing pakaian. 

 

Baca Juga Artikel Berikut

 

Variasi Kain Jaring

Meski sama-sama berpori besar dan berlubang seperti jaring, kita bisa mengklasifikasikan jenis kain jala ini berdasarkan beberapa variabel berikut: 

  1. Bahan pembuat 

Pada dasarnya kain jala dibuat dari tenunan benang katun dan polyester. Kedua bahan tersebut dikombinasikan dengan komposisi yang berbeda-beda. Jenis yang pertama adalah kain dengan komposisi katun lebih besar dari serat polyesternya, yang kedua sebaliknya dan jenis yang ketiga adalah kain yang dibuat murni dari polyester saja. 

Perbedaan komposisi campurannya akan berpengaruh pada sifat kainnya. Jala yang lebih banyak katunnya, terasa lebih dingin dan nyaman karena dibuat dari serat kapas alami. Sedangkan jala yang didominasi polyester akan lebih tahan terhadap air. 

 

Kain Jaring

 

  1. Ukuran dan bentuk pori-pori 

Ukuran pori-pori pada jala juga banyak macamnya. Ada yang berbentuk lingkaran, jajar genjang, heksagonal. Ukuran pun juga beragam, ada yang pori-porinya kecil-kecil dan rapat, ada juga yang porinya lebih besar dan renggang. Ukuran dan bentuk pori ini digunakan sesuai dengan kebutuhan yang berbeda-beda juga. 

 

  1. Ketebalan 

Ketebalan kain jala dipengaruhi oleh besar serat benangnya dan juga tenunannya. Kain jala yang lebih tipis seringkali dijadikan bahan furing pakaian, sedangkan untuk kain jala yang tebal biasa dipakai sebagai bahan dasar suatu produk, misal seperti topi, tas untuk sepatu dan sebagainya. 

Produk Berbahan Kain Jaring 

Agar lebih konkret manfaat kain jala, berikut adalah beberapa produk yang menggunakan kain jala: 

  1. Rompi polisi 

Pernahkah melihat rompi polisi dengan warna hijau stabilo? Ketika malam, rompi ini akan menyala dan saat siang hari yang terik, rompi hijau ini juga terang. Rompi polisi juga dilengkapi oleh kain jala sebagai lapisan furing dalamnya. Tidak jarang, bagian luaran rompi polisi juga menggunakan kain jala yang lebih tebal. 

Kain jala yang berpori banyak, memberikan sirkulasi udara yang baik sehingga pak polisi tidak terlalu gerah dan kepanasan. Selain itu, rompi lebih ringan dipakai, tidak memberikan beban tambahan yang memberatkan polisi ketika bertugas. Dari segi ketahanan terhadap air, rompi kain jala mampu menahan air walaupun tidak lama. 

 

Kain Jaring

 

  1. Furing jaket 

Sudah bukan hal baru kain jala menjadi lapisan dalam jaket. Hal itu karena kain yang permukaannya lembut ini dapat memberi kenyamanan lebih ketika bersentuhan dengan kulit sehingga tidak gatal-gatal. Kain yang tipis namun kuat, juga menjadi nilai tambah pada kualitas jaket. Jaket menjadi lebih kokoh, estetik, lebih hangat dan nyaman dipakai. 

 

Kain Jaring

 

 

  1. Furing berbagai jenis tas 

Banyak tas, apapun jenis tasnya, menambahkan kain jala sebagai furing bagian dalam. Tak jarang, pada beberapa tas olahraga juga menambahkan kantong luar dengan kain jala. Seperti misal tempat botol minum di kiri-kanan tas. Furing kain jala dapat memberikan tambahan kenyamanan permukaan dalam sekaligus menambah fungsi perlindungan barang bawaan. 

 

Kain Jaring

 

 

Masih banyak contoh produk yang memanfaatkan kain jala, misalnya lapisan pada topi, perlengkapan militer, tas olahraga, tas sepatu dan banyak lagi. Kain jala menjadi kain multifungsi yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. 

 

 Baca Juga Artikel Berikut

 

 

 

 

Share To:
Facebook Twitter Google+ WhatsApp Subscribe
  • 33
  • 10013 views

Tak mau ketinggalan update artikel terbaru kami ikuti kami, masukkan email anda & klik subscribe, Terimakasih


Recent Post


Related Article