Tips Mengelola Modal Usaha UMKM Konveksi | Toko Kain Surabaya

Windy 29 Sept 2021 at 7:26
Share To:
Facebook Twitter Google+ WhatsApp Subscribe

Tips Mengelola Modal Usaha UMKM Konveksi

 

Tidak bisa dipungkiri, seperti manusia yang membutuhkan darah yang terus mengalir untuk hidup, UMKM pun membutuhkan modal usaha yang lancar agar bisa tetap bertahan. Tak terkecuali dengan UMKM yang bergerak dibidang konveksi. Modal usaha menjadi sebuah syarat yang sangat penting untuk terus bernapasnya sebuah usaha konveksi. Mulai dari proses awal pembelian bahan baku kain, pengukuran, pemotongan, penjahitan hingga produk tersebut laku. Tanpa keberadaan modal usaha, mustahil semua proses tersebut dapat berjalan dengan baik. 

 

Tumpukan Uang dan kalkulator

 

Sebegitu pentingnya kelancaran sebuah modal usaha hingga bisa menentukan hidup matinya usaha konveksi. Modal usaha yang dikelola dengan sangat baik, tentu akan mengantarkan bisnis UMKM tersebut menuju kesuksesan. Bisnis bisa makin besar, aliran modalnya cepat dan terus bertambah sehingga keuntungan yang diperoleh lambat laun makin besar juga. Namun hal itu juga berlaku sebaliknya. Pemilik usaha yang gagal mengelola modal bisnisnya lama-lama akan stagnan dan menuju kebangkrutan. Selayaknya kembang api yang meletus sekali sangat besar dan indah, kemudian hilang tak berjejak. Di awal periode, barangkali UMKM tersebut sangat bersinar dan besar, namun usianya tak bisa lama. Kejayaan itu cepat berakhir secepat bagaimana modal usaha gagal dikelola dengan baik. 

 

Pengelolaan modal usaha UMKM konveksi ini tak sekedar bagaimana mengatur cash flownya semata, namun juga bagaimana membuat modal yang ada ini bisa membesarkan bisnis perlahan-lahan tapi pasti. Bagaimana dana bisa terus bertambah dan modal terus berputar dengan cepat sehingga keuangan perusahaan sehat. 

 

Nah, dalam artikel ini akan kita bahas mengenai hal tersebut. Bagaimana tips mengelola modal usaha UMKM konveksi ini dengan baik agar usaha dapat terus tumbuh dan melejit! Yuk, simak bersama! 

 

Baca Juga Artikel Berikut

 

Tetapkan Target yang Ingin Dicapai

 

Target

 

Tentu saja target menjadi elemen penting yang tak pernah absen dalam setiap pembahasan perencanaan. Target itu menjadi tujuan akhir, sebuah titik yang diperjuangkan untuk dicapai. Titik yang dianggap garis finish dari segala upaya berdarah-darah membesarkan UMKM konveksi. Rumuskanlah sebuah target lama yang ingin dan akan diperjuangkan setiap bulannya. Target ini bisa berupa perhitungan omset kotor ataupun setelah diperas menjadi laba pribadi. Tujuannya adalah agar kita punya tolak ukur dan arah yang jelas yang akan dituju. 

 

Target juga bisa membantu kita menjaga perjalanan agar tetap di jalan yang lurus menuju target dan tahan terhadap segala macam godaan. Jika, diakhir tutup buku ternyata target laba tak tercapai, maka ini akan jadi evaluasi bulan berikutnya. Dan kita sebagai pemilik bisnis, harus benar-benar paham area kerja lapangannya sehingga dapat mengamati langsung prosesnya. 

 

Buat Anggaran untuk Realisasi Strategi

 

Rencana pembuatan anggaran

 

Salah stau hal yang jarang dilakukan secara rutin adalah membuat anggaran sebelum membelanjakan sepeser pun uang. Anggaran ini dihayati dari hasil pengamatan di lapangan, apa saja kebutuhan yang sudah atau belum terpenuhi. Anggaran ini membantu kita mengontrol pengeluaran, agar modal yang dibelanjakan hanya yang benar-benar dibutuhkan saja. 

 

Membuat anggaran di awal ini juga dapat membantu pemilik UMKM melakukan forecasting kebutuhan di masa depan dan bagaimana laju perusahaannya. Apakah nantinya membutuhkan tambahan modal, apakah sudah aman keuangannya, apakah waktunya melakukan pengembangan ataukah belum. Termasuk juga dapat membantu menentukan kapan waktu terbaik melakukan investasi dengan kondisi keuangan dan perusahaan saat ini. 

 

Pisahkan Dana Pribadi dan Perusahaan 

 

Model menghitung uang

 

Sekalipun kita pemilik bisnisnya, seorang owner tetap butuh gaji secara profesional. Gaji yang ditentukan diri sendiri ini sebagai pemasukan untuk kebutuhan hidup. Dan penting sekali memisahkan antara uang pribadi dengan uang perusahaan. Pemisahan seperti ini wajib sekali, agar arus keuangan jelas dan terjaga. Selain itu sebagai owner, dengan mendapatkan gaji secara profesional, juga dapat bekerja dengan tenang karena kebutuhannya terpenuhi. 

 

Dana pribadi dan perusahaan seyogyanya tidak tercampur, sekalipun skala bisnis masih kecil. Dengan pembedaan keuangan yang jelas, kita bisa mengetahui berapa modal bersih yang bisa dimanfaatkan perusahaan untuk kemajuannya. Dari sisi pribadi pun, ada ketenangan bahwa dana pribadinya tak akan terusik untuk kebutuhan bisnis akibat keuangan yang tercampuk aduk. 

 

Sementara untuk besaran gaji untuk diri sendiri, diharapkan dapat menyesuaikan dengan omset yang diterima. Jika bisnis masih awal dan omsetnya kecil, ambillah jatah gaji yang tidak mematikan bisnis, artinya jangan terlalu banyak. Jika ada sisa atau kelebihan target laba, gunakan lagi sebagai modal. 

 

Ketika target laba sudah terlampaui sangat banyak, kemudian masih ada sisa yang sangat banyak pula, lebih baik sisa laba tersebut disimpan, dijadikan tambahan modal untuk produk UMKM. Sehingga permodalan awal bisnis konveksinya memiliki tambahan saldo entah untuk dana darurat atau biaya operasional perusahaan. Jangan mudah tergelincir pada gaya hidup yang hedonis dan ingin pamer kekayaan. Fokuslah pada target pengelolaan modal ini agar bisnis dapat berkembang lebih besar. 

 

Itulah beberapa tips untuk pengelolaan modal usaha pada UKMK konveksi. Semoga bermanfaat!

 

Rekomendasi Bahan Seragam Kerja Unione Drill Di Mitra Mulia Toko Kain Surabaya

Share To:
Facebook Twitter Google+ WhatsApp Subscribe
  • 10
  • 2541 views

Tak mau ketinggalan update artikel terbaru kami ikuti kami, masukkan email anda & klik subscribe, Terimakasih


Recent Post


Related Article