Harga kain naik karena inflasi yang sedang kita hadapi | Toko Kain Surabaya

Windy 8 Aug 2022 at 8:00
Share To:
Facebook Twitter Google+ WhatsApp Subscribe

Harga kain naik karena inflasi yang sedang kita hadapi! 

 

Momen ramadhan dan idul fitri adalah surganya pencinta fashion dan seller fashion. Pada dua bulan istimewa tersebut, permintaan fashion sangat tinggi sehingga produksi pakaian dan semua item fashion digenjot luar biasa. Tingginya permintaan di pasar tidak jarang membuat harga jual pakaian ikut melambung tinggi. Hal itu pula yang terjadi beberapa bulan terakhir ini. Bersamaan dengan kenaikan harga sembako dan kebutuhan pokok lainnya, harga kain ikut melambung tinggi. 

 

Penyebab Harga Kain Naik

 

Semua orang bingung dan kaget, sebab kenaikan harga ini terjadi serentak ketika ekonomi masih berusaha merangkak dan bangkit kembali. Tidak hanya konsumen saja yang kesulitan, namun produsen dan pedagang kain pun mengalami kebingungan. Produsen terpaksa menaikkan harga kainnya karena faktor produksi pun ikut bertambah mahal. Sementara pedagang tidak mungkin menjual kainnya dengan harga yang sama bila harga kulak sudah naik. 

Inflasi yang terjadi pada kuartal kedua tahun in cukup berat untuk banyak pihak, termasuk bisnis kain. Apa sebenarnya pemicu kenaikan inflasi dan harga kain ini? 

 

Pilihan Warna Bahan Celana Kulot American Drill di Mitra Mulia Toko Kain Surabaya

 

Pemicu kenaikan harga kain karena inflasi 

“Tahun 2022 menjadi tahun kebangkitan ekonomi, saatnya memulihkan kembali ekonomi bangsa.” Kurang lebih begitulah tag line yang sering digaungkan pemerintah di berbagai media. Tidak ada yang salah, karena memang tahun ini geliat ekonomi mulai terasa kembali. Bisnis-bisnis mulai kembali ramai, permintaan dan penawaran di pasar semakin tinggi dan keadaan terlihat mulai membaik. Namun, geliat yang mulai bangkit ini, harus kembali menghadapi tantangan yang tidak mudah, yaitu kenaikan tarif pajak pertambahan nilai, dan berbagai harga kebutuhan pokok lainnya. Dilansir dari finance.detik.com, tarif listrik juga akan dinaikkan pemerintah pada 1 Juli mendatang. Belum lagi dengan kenaikan harga bahan bakar minyak yang sudah dimulai beberapa bulan lalu. Keadaan inilah yang menjadi pemicu kenaikan inflasi yang hampir mencapai 5% di kuartal kedua tahun ini. 

 

Penyebab Harga Kain Naik

 

Meskipun kenaikan harga listrik, bahan bakar minyak dan PPN tidak dipukul rata, melainkan tetap ada pengaturan kelas dan subsidi, inflasi tetap tidak bisa dihindari. Kenaikan semua kebutuhan tersebut akan berdampak pada naiknya harga-harga semua kebutuhan, mulai sembako, harga-harga barang mewah, property, komoditas dagang dan harga kain juga ikut melambung. Itu semua karena listrik, BBM dan pajak merupakan kebutuhan mendasar yang mempengaruhi seluruh sektor kehidupan. Harga kain yang naik dan diikuti naiknya harga item fashion merupakan salah satu dari sekian imbas inflasi yang terjadi. 

Harga kain ditentukan oleh banyak faktor sebelum sampai ke tangan konsumen. Setiap proses yang dilalui hingga dihasilkan selembar kain tersebut akan menjadi variabel penting yang mempengaruhi berapa harga kain setiap saatnya. Artinya, harga kain cukup dinamis didasarkan harga kebutuhan dasar produksinya. Dimulai dari proses produksi benangnya, pemintalan benang hingga menjadi kain, tentu melibatkan banyak karyawan, mesin yang membutuhkan listrik dan bahan bakar, serta pajak yang mengikuti harga penjualan (PPN) yang akan dibebankan pada konsumen. Ketiga unsur tersebut tidak dapat dipisahkan dari variabel produksi kain hingga menetapkan harga kain. 

 

Penyebab Harga Kain Naik

Masih dilansir dari finance.detik.com, Tarif listrik yang ditetapkan pemerintah akan naik adalah listrik 2 golongan rumah tangga mulai 3500V ke atas dan listrik untuk industri yang berkapasitas besar. Sehingga secara langsung, tarif listrik pada industri produksi kain terkena imbas kenaikan harga ini. Kenaikan PPN 11%, kasat mata pasti mempengaruhi kenaikan harga kain. Konsumen harus membayar 1% lebih banyak dari sebelumnya. Bila pembelian yang dilakukan dalam satuan partai, maka 1% tersebut jelas sangat banyak. Sedangkan BBM memiliki peranan seperti listrik, yang menjadi sumber energi penggerak produksi. Tidak hanya itu, BBM juga dirasakan oleh karyawan. Kebutuhan hidup karyawan akan naik karena inflasi mempengaruhi kenaikan harga kebutuhan. Lebih jauhnya, karyawan akan menginginkan kenaikkan gaji kepada perusahaan. Biaya tenaga kerja jadi ikut naik. Seluruh faktor ini menjadi penentu harga kain di pasaran yang ikut naik dengan terjadinya inflasi. 

 

Prediksi harga kain di masa depan dan kesiapan kita

Kita boleh berharap bila suatu hari nanti harga kain akan kembali normal, namun di samping itu kita pun harus berpikir realistis dan mempersiapkan semua kemungkinan. Harga komoditas, kebutuhan pokok, energi dan pajak yang semakin tinggi, menjadi faktor tidak langsung kenaikan harga kain. Bila faktor produksi dan variabel lainnya tidak menunjukkan tanda-tanda akan kembali normal, maka kita perlu bersiap harga kain akan tetap mahal bahkan terus melambung naik lagi.

 

Penyebab Harga Kain Naik

 

Oleh karena itu kita perlu memikirkan antisipasinya untuk menyikapi hal ini. Jauh-jauh hari, pedagang kain perlu melakukan riset pasar untuk memprediksi kain apa yang banyak dibutuhkan pada tiga sampai lima bulan ke depan. Dengan demikian, pengusaha kain dapat membuat rencana pembelian kain lebih awal ataupun pemilihan kain apa saja yang butuh dibeli untuk memenuhi permintaan tersebut. Pengusaha kain juga memiliki cukup waktu untuk mencari suplier lain yang menawarkan harga lebih rendah. Harapannya, dengan usaha ini, harga kain dapat terkendali.

 

 

 

Share To:
Facebook Twitter Google+ WhatsApp Subscribe

Tak mau ketinggalan update artikel terbaru kami ikuti kami, masukkan email anda & klik subscribe, Terimakasih


Recent Post


Related Article